Acer Predator 8: My Review

Sebelum gue mulai review ini, ada beberapa hal perlu gue jelasin dulu. First of all, gue bukan orang yang suka pakai tablet. I much prefer a small, manageable phone, dengan ukuran layar di kisaran 5 inci. Jadi ketika gue pertama kali pegang Acer Predator 8 – dan tablet lain yang pernah gue review – ada sedikit perasaan skeptis.

“I’m not gonna like this tablet.”

Tapi, ada beberapa Android tablet yang memang istimewa. Saking istimewanya, I ended up liking them a lot. Acer Predator 8 ini salah satunya.

Dari bentuknya saja sudah kelihatan kalau Acer Predator 8 berbeda dari tablet Android lain. Secara spesifik tablet ini didesain untuk gamer yang butuh tablet dengan performa maksimal. Seperti namanya, Acer Predator 8 hadir dengan layar 8 inci dan segudang fitur lainnya.

A Gaming Tablet Indeed

Rasanya performa sehari-hari Acer Predator 8 nggak perlu gue bahas lagi. This is, after all, a gaming tablet. Berbekal processor Intel Atom X7-Z8700 dan RAM 2GB, diajak jalanin app apa saja tablet ini nggak pernah ngelag atau ngeluh. Selama nggak diajak jalanin saja dulu lho ya.

Productivity apps, browsing, social media, sampai buka-buka video di YouTube atau streaming Netflix semuanya dilahap habis tanpa sisa. Khusus untuk browsing dan streaming, gue lumayan kaget karena Acer Predator 8 nggak nunjukin tanda-tanda panas di bagian belakangnya.

Gaming? Dua jempol! Satu-satunya game yang masih sering gue mainin di Android adalah Need for Speed: No Limits, dan game yang satu ini berjalan lancar dengan grafis yang terlihat halus sekali di Acer Predator 8.

Demi merasakan performa Acer Predator 8 sebagai tablet gaming, gue juga mencoba beberapa game lain yang terkenal berat, mulai Asphalt 8, Star Wars: Knight of the Old Republic, Defense Zone 2 HD, Walking Dead: Road to Survival. Tablet ini tidak bergeming; game-game tadi dijalankan dengan lancar pada tingkat grafis maksimal.

Processornya sendiri berjalan di kecepatan 1.6GHz dan punya 4 core. Acer juga menggunakan Intel HD Graphics Gen 8-LP GPU. Buat kamu yang penasaran dengan performanya, kombinasi ini sukses menghasilkan skor 3DMark Sling Shot test di kisaran 1.500-1.600, jauh lebih tinggi dari yang gue harapkan.

Haptic Feedback & Acer Quadio

Dari desainnya, kamu pasti bisa menebak kalau ada 4 speaker yang menghadap ke depan. 4 speaker ini juga disokong teknologi Predator Quadio dan virtual surround-sound experience. Speakernya  memang tergolong kecil untuk memproduksi bass yang tebal, tapi secara keseluruhan gue suka banget sama audio yang dihasilkan. Ada kontrol yang lengkap juga, plus volume yang bisa dikeluarkan dari 4 speaker ini cukup kuat. Gaming di tempat yang ramai tanpa headset, gue masih bisa dengar output suara dari Acer Predator 8 dengan jelas. Surprisingly enough, virtual surround-soundnya bekerja dengan baik juga.

Kalau ada satu yang mengganjal versi gue di sektor audio, itu lebih ke penempatan speakernya. Kadang, tanpa sadar, dua speaker di bagian bawah tertutup tangan yang menggenggam tablet saat gaming. Tiap kali sadar, gue langsung mindahin tangan ke posisi yang sesuai di tengah-tengah sisi tablet ini.

Fitur lain yang juga bikin gue terkesan adalah haptic feedbacknya. Entah pakai sihir apa, tapi Acer berhasil mengintegrasikan haptic feedback secara lebih menyeluruh di Acer Predator 8. Mirip kaya Dual Shock di gaming controller yang kita biasa pakai, haptic feedback berfungsi sesuai dengan game yang kita mainkan. Ketika main game balap kemudian nabrak, misalnya, ada getaran yang dihasilkan. Pretty cool!

Awesome Screen dan Baterai Yang…

One thing I absolutely love about the Acer Predator 8: layarnya! Acer mengklaim layar yang digunakan di Predator 8 mengkover 100% NTSC color gamut. Gue sih nggak begitu ngerti jargon 100% color gamut, tapi layar Acer Predator 8 memang enak banget di mata. Warna keluar dengan sempurna. Gue yang seneng edit-edit foto di ponsel jadi lebih memilih edit foto di Acer Predator 8, saking bagus dan akuratnya layar tablet ini. Buat gaming sudah pasti cocok banget.

Di sektor baterai, Acer menggunakan baterai dengan kapasitas 4.450 mAh. Gue sedikit berharap baterainya lebih besar; sedikit saja, ke kisaran 6.000an mAh gitu? Dengan pemakaian normal, Acer Predator 8 bisa dengan nyaman bertahan seharian. Aktif browsing & social media? Daya tahan baterai Predator 8 bisa susut hingga ke kisaran 6-7 jam, dengan screen-on time sekitar 4 jam kurang.

Ketika digunakan untuk nge-game berat, however, siap-siap rajin cari colokan untuk ngecharge. Daya tahan baterai Acer Predator 8 ketika dipakai untuk gaming berat mentok di kisaran 3-4 jam saja. But the good news is, daya tahan baterai ini dicapai dengan layar yang menyala hampir terus-menerus.

Oh, satu lagi, Acer Predator 8 juga dilengkapi kamera belakang 5-megapixel dan kamera depan 2-megapixel. Kedua kamera ini cukup baik untuk streaming atau video call, tapi masa kamu mau motret serius dengan sebuah tablet gaming? Nggak kan? Pembaca mozta.com nggak ada yang gitu kan? *kemudian khawatir*

Leave A Reply

Navigate