USB Tethering Dari Android Ke Mac

Sejak Android 2.2 Froyo, sistem operasi ini sudah menawarkan fungsi wireless hotspot agar pengguna bisa menggunakan handset masing-masing sebagai access point dan menikmati jaringan internet tanpa tergantung pada public hotspot di tempat umum. Sayangnya, ada beberapa masalah dengan wireless tethering semacam ini.

Pertama, kebanyakan smartphone berbasis Android tidak punya baterai yang cukup besar untuk digunakan sebagai access point selama beberapa jam. Akhirnya, pengguna seperti saya harus kembali repot mencari sumber listrik.

Kedua, wireless tethering tidak selalu menjadi cara terkoneksi yang paling efektif. Di daerah-daerah tertentu – seperti hotel tempat saya menginap saat ini – ada puluhan access point lain yang beroperasi.

Saya tidak pernah benar-benar mencoba USB tethering hingga hari ini. Surprisingly, USB tethering dari Nexus 5 saya ke Mac ternyata sangat mudah.

Downloading the Driver

HoRNDIS, dibaca horrendous, adalah driver yang kita butuhkan. HoRNDIS dibuat khusus untuk memfasilitasi USB tethering dari smartphone berbasis Android ke Mac OSX 10.6 atau yang lebih. Download HoRNDIS versi terbaru dan install di Mac.

Setting Di Smartphone

Setting di smartphone juga sangat mudah ditemukan. Hubungkan smartphone ke Mac menggunakan kabel USB. Biarkan Android File Transfer muncul seperti biasa – jika fitur auto-load diaktifkan di Mac kamu – kemudian masuk ke Settings > Wireless & Networks > Tethering & Portable Hotspot. Centang di bagian USB Tethering, dan ponsel kamu akan otomatis terdeteksi oleh Mac.

USB-Tethering

That’s It!

Cuma itu. Tidak ada setting yang kelewat rumit, tidak perlu connect atau semacamnya. Saya langsung bisa browsing dan memeriksa email dengan lancar, jauh lebih lancar ketimbang ketika menggunakan wireless tethering.

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh USB tethering. Yang paling terasa adalah latency yang jauh lebih rendah ketimbang ketika menggunakan wireless tethering. Dengan latency lebih rendah, koneksi internet jadi terasa lebih responsif.

Selain itu, smartphone otomatis ter-charge selama internet digunakan, tidak seperti wireless tethering yang justru menghabiskan baterai. Sayangnya, ini berarti baterai Macbook kamu akan lebih cepat habis juga. Saya merasa itu bukan masalah karena baterai Macbook yang saya pakai bisa bertahan lumayan lama.

Last but not least, tidak perlu lagi khawatir tentang wireless security. Karena koneksi dari smartphone ke Mac dilakukan lewat kabel USB, tidak ada orang-orang jail yang bisa mencuri kuota internet kamu. You never know, right?

Google and Apple can work together after all…

Leave A Reply

Navigate